Categories
Artikel

Cerita Baik Dari Kabupaten

Pencairan dana tahap 1 dan 2 tahun 2019 menyisakan beberapa cerita baik.

Bagikan:

Pencairan dana tahap 1 dan 2 tahun 2019 menyisakan beberapa cerita baik. Belajar dari pengalaman pencairan dana pertama di tahun 2018, Sekber ketiga kabupaten melakukan beberapa inovasi dan perbaikan layanan kepada para penerima manfaat. Bukan hanya itu, Sekber ketiga kabupaten juga menggandeng multi pihak untuk menciptakan beberapa layanan yang berujung pada cerita-cerita baik.

Pemeriksaan kesehatan di Paniai

Layanan Kesehatan Saat Pencairan Dana

Saat pencairan dana adalah saat ketika ratusan hingga ribuan ibu dan anak berkumpul. Saat ini dirasa paling tepat untuk sekaligus menggelar beragam layanan kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya.

Di beberapa daerah di Papua, menggelar layanan kesehatan adalah hal yang cukup sulit karena tantangan geografis dan budaya. Tenaga kesehatan sulit menemui ibu-ibu yang biasanya hidup nomaden. Jadi, ketika ibu-ibu berkumpul di satu titik maka itu dianggap sebagai kesempatan bagus untuk menggelar layanan kesehatan.

Berbagai kegiatan pun digelar. Dari penimbangan bayi, mengukur tinggi dan berat badan untuk mendeteksi stunting, sampai pemberian imunisasi buat anak dan obat anti kaki gajah buat ibu pun digelar. Layanan kesehatan ini dianggap melengkapi sosialisasi penggunaan dana BANGGA Papua yang bertujuan menjaga dan meningkatkan gizi anak.

Penimbangan bayi di Atsji, Kabupaten Asmat

Sosialisasi Dengan Pendekatan Lokal

Sadar bahwa tidak semua warga mengerti bahasa Indonesia, Sekber Kabupaten Lanny Jaya membuat inovasi menerjemahkan materi komunikasi yang sudah ada ke dalam bahasa lokal. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak warga yang bisa paham tentang BANGGA Papua dan untuk apa dananya digunakan.

Hal yang hampir sama juga dilakukan oleh Sekber Asmat. Meski tidak sepenuhnya menggunakan bahasa lokal, namun Sekber Asmat juga membuat materi komunikasi dengan pendekatan yang lebih lokal. Mereka menyadur materi komunikasi yang sudah disiapkan oleh mitra ke dalam beragam materi komunikasi yang lebih mudah dipahami warga. Materi itu kemudian dibagikan ke penerima manfaat, atau dipasang di tempat-tempat strategis.

Penggunaan Dana Berkelanjutan

Tujuan utama dari dana BANGGA Papua adalah menjaga dan meningkatkan gizi anak, utamanya anak usia 4 tahun ke bawah. Buat sebagian warga, jumlah dana Rp.200.000/bulan dianggap terlalu sedikit untuk mencapai tujuan itu. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja. Keterbatasan itu justru mendorong timbulnya inisiatif cerdas.

Dana BANGGA Papua yang diterima kemudian digunakan untuk membeli bibit sayuran dan ayam. Tujuannya, agar terjadi keberlanjutan dari dana yang diterima. Sayuran bisa dipanen untuk menjaga kebutuhan gizi keluarga, begitu juga dengan telur ayam atau daging ayam yang mereka pelihara.

Mama di Paniai, mempergunakan dana BANGGA Papua untuk memelihara ayam

Kerjasama Multi Pihak

Sekber di provinsi dan tiga kabupaten tidak hanya didominasi satu OPD saja, tapi merupakan kerjasama dari beragam OPD. Dari sinilah kemudian lahir kerjasama multi pihak dan lintas sektor. Dengan mengesampingkan ego sektoral, anggota Sekber bisa bekerjasama dengan baik untuk melakukan pendataan calon penerima manfaat, hingga pelayanan saat pencairan dana.

Saat pencairan dana, Dinas Kesehatan bisa melakukan pelayanan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pun bisa melakukan layanan data kependudukan. Di Paniai, Dinas Perkebunan pun turun tangan saat pencairan dana untuk memberikan edukasi pemanfaatan lahan di rumah untuk berkebun sayur. Ini membuktikan solidnya kerjasama antar sektor dan multi pihak karena adanya program BANGGA Papua.

Data Untuk Semua

Data penerima manfaat BANGGA Papua, khususnya data kependudukan ternyata sangat berguna bahkan untuk OPD lain di tingkat kabupaten. Data yang dikumpulkan oleh anggota Sekber dan pihak lain yang membantu pendataan adalah data riil. Data yang menunjukkan jumlah Orang Asli Papua yang memiliki anak usia 4 tahun ke bawah.

Data ini digunakan juga oleh OPD lain dalam perencanaan pembangunan mereka. Contoh di Paniai, data BANGGA Papua digunakan oleh Dinas Perumahan untuk merencanakan pembangunan rumah bantuan bagi Orang Asli Papua.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *