Categories
Artikel

Sharing Session BANGGA Papua

Pelaksanaan program perlindungan sosial kontekstual Papua yang diberi nama BANGGA Papua rupanya sudah menarik banyak perhatian berbagai pihak. BANGGA Papua dengan berbagai keunikannya memang dirasa sangat pas dengan konteks Papua beserta semua tantangannya.

Setelah minggu lalu webinar nasional tentang pelaksanaan BANGGA Papua berhasil dilaksanakan, minggu ini giliran Pemerintah Provinsi Papua Barat yang akan jadi tamu dalam sharing session atau sesi berbagi pengalaman.  Sesi berbagi pengalaman ini tentang implementasi program perlindungan sosial kontekstual Papua yang sudah berjalan sejak akhir 2017 di Provinsi Papua.

Sharing session ini juga akan menghadirkan beberapa mitra pembangunan yang selama ini sudah membantu pelaksanaan BANGGA Papua di Provinsi Papua.

Berikut adalah rekaman kegiatan sharing session tersebut yang telah diunggah ke kanal YouTube BANGGA Papua

Bagikan:
Categories
Artikel

Kesan Baik BANGGA Papua

Oleh: Jimmy Yikwa

Bangga Papua memberikan kesan baik kepada penerima manfaat dan juga anggota Sekber kabupaten implementasi BANGGA Papua dari sisi pemanfaatan. Hal ini dikarenakan dana yang diberikan benar-benar membantu kebutuhan rumah tangga, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak yang berumur empat tahun ke bawah.

Para penerima manfaat yang sudah merasakan manfaat dari dana BANGGA Papua bahkan kerap bertanya kepada kami sebagai anggota Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya. Mereka bertanya, apakah tahun ini uang untuk anak-anak kami masih ada? Kapan ada lagi pencairan dana tahun ini?

Pertanyaan-pertanyaan ini yang sering ditanyakan oleh para penerima manfaat kepada kami, anggota Sekber.

Pertanyaan itu kami jawab bahwa tahun ini pelaksanaan BANGGA Papua akan dievaluasi dulu setelah dua tahun pelaksanaan. Inilah beberapa jawaban kami sebagai anggota Sekber Kabupaten Lanny Jaya kepada masyarakat atau penerima manfaat. Kami juga menyampaikan bahwa untuk kelanjutan program BANGGA Papua, kami dari Sekber Lanny Jaya menunggu petunjuk dari Sekber Provinsi Papua sebagai penanggung jawab utama program BANGGA Papua.

Dampak lain dari program ini adalah para penerima manfaat jadi sangat tertarik untuk mengurus data kependudukan mereka setelah melihat proses yang terjadi di pencairan dana. Mereka bahkan mengumpulkan data tersebut kepada kami anggota Sekber. Data yang mereka kumpulkan adalah kartu keluarga dan kartu tanda penduduk (KTP).

Manfaat bagi Anggota Sekber.

Bagi kami, anggota Sekber Kabupaten Lanny Jaya, manfaat dari BANGGA Papua ini juga sangat terasa manfaatnya. Selama bergabung dengan Sekber, ada banyak peningkatan kapasitas yang kami dapatkan lewat pelatihan dan pendampingan dari mitra pembangunan. Salah satunya, kami bisa tahu bagaimana komunikasi yang baik dan efektif kepada penerima manfaat dalam situasi apapun.

Ilmu-ilmu yang kami dapatkan itu bisa kami terapkan dalam keseharian kami sebagai Aparatur Sipil Negara, atau dalam kegiatan komunitas lainnya. Kami menyadari bahwa BANGGA Papua benar-benar memberikan edukasi kepada penerima manfaat, dan anggota Sekber dalam menjalankan program BANGGA Papua di Kabupaten Lanny Jaya , Papua.

Bagi kami, BANGGA Papua memberikan dua manfaat besar. BANGGA Papua memberikan dana kepada para penerima manfaat untuk membantu menjaga gizi anak mereka, serta BANGGA Papua memberi ilmu dan pengetahuan. Baik kepada penerima manfaat, maupun kepada kami anggota Sekber.

BANGGA jadi anggota Sekber BANGGA  Papua, BANGGA Jadi Orang Papua, BANGGA punya Gubernur Papua, dan BANGGA jadi penerima BANGGA Papua.

Sebagai anggota Sekber, kami akan terus bekerja menyukseskan BANGGA Papua bila program ini masih terus dilanjutkan.

Jimmy Yikwa, adalah anggota Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya, sehari-harinya bertugas di Bappeda Kabupaten Lanny Jaya.

Bagikan:
Categories
Artikel

Dana Bantuan Inklusif Anak di Papua

Unduh dokumen brief tentang pelaksanaan dana bantuan inklusif anak di Papua, pembelajaran dari penerapan bantuan langsung tunai di daerah terpencil di tautan ini.

Bagikan:
Categories
Artikel

Webinar BANGGA Papua: Bantuan Tunai Menjangkau Tempat Terpencil

Sejak diluncurkan tahun 2017, program BANGGA Papua sebagai program perlindungan sosial bagi OAP, telah mencatatkan beberapa capaian penting. Program yang digelar di tiga kabupaten uji coba ini (Paniai, Asmat, dan Lanny Jaya) adalah salah satu program yang menggunakan dana otonomi khusus.

Tujuan program bukan hanya memberikan dana tunai kepada anak-anak Papua berusia empat tahun ke bawah, tapi juga memberikan pengetahuan kepada mama-mama tentang pentingnya gizi bagi anak mereka, demi generasi emas Papua.

Dalam rentang tiga tahun pelaksanaan program, berbagai capaian sudah berhasil dicatatkan. Mulai dari membantu perbaikan data kependudukan Orang Asli Papua, mendekatkan layanan kesehatan dan perbankan sampai ke daerah terpencil, membantu pergerakan ekonomi lokal, hingga memunculkan kerjasama lintas sektor.

Simak perbincangan tentang pelaksanaan program ini di Provinsi Papua dalam webinar: BANGGA Papua, Bantuan Tunai Menjangkau Tempat Terpencil yang akan dilaksanakan pada: Senin, 16 November 2020 mulai pukul 09:00 WIB.

Bagi yang ingin bergabung, bisa langsung ke tautan: http://tiny.cc/WebinarTalkBanggaPapua atau bisa menyaksikannya secara live di akun YouTube Kata Data Indonesia.

Materi dari webinar tersebut dapat diunduh di tautan ini.

Rekaman dari webinar tersebut bisa disimak di laman berikut ini

Bagikan:
Categories
Artikel

Nama Program Akan Berbeda, Tapi Nama Anak Akan Tetap Ada

Ditulis oleh: Jimmy Yikwa

Jhon Bangga Papua Wenda: itulah sebuah nama anak salah satu penerima manfaat program Bangun Keluarga Dan Generasi Papua Sejahtera, atau disingkat BANGGA PAPUA Untuk Kabupaten Lanny Jaya. Lanny Jaya adalah salah satu kabupaten percobaan selain Kabupaten Paniai dan Asmat.

Tahun 2018 adalah tahun pertama untuk proses pendaftaran Calon Penerima Manfaat (CPM) di Sekretariat Bersama (Sekber) kabupaten Lanny Jaya yang saat itu beroperasi di Wamena,  kabupaten Jayawijaya, Jl. Hom-Hom, kompleks Kios Surya Wamena. Bapak dari pada anak John Bangga Papua Wenda yang bernama Jhonny Wenda  adalah salah satu anggota tim entry data penerima manfaat atau termasuk anggota Sekber juga.

Di tahun pertama berjalannya program, berkas penerima manfaat yang diproses oleh anggota Sekber Lanny Jaya cukup banyak. Data itu berasal dari 354 kampung se Kabupaten Lanny Jaya. Data yang cukup banyak itu memaksa anggota Sekber untuk begadang memilah data, melakukan verifikasi, dan memasukkannya ke dalam sistim. Saat itu, ibu sang anak sedang menunggu masa persalinan di rumah sakit.

Saat sedang berjibaku dengan data di kantor Sekber, sebuah panggilan telepon masuk ke handphone Jhonny. Telepon dari istrinya yang mengabarkan anaknya telah lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki-laki.

“Wa, wa, wa,” begitu kata si bapak. Sebuah kata dalam bahasa Lanny yang menunjukkan rasa syukur dan terima kasih. Saat itu juga si bapak memutuskan untuk memberi nama anaknya Jhon Bangga Papua Wenda.

Pada Akhirnya Kami sebagai teman kerja memberikan ucapan selamat kepadanya atas lahirnya putra kedua itu.

Kamipun bertanya, “Kenapa anak bapak diberi nama sama dengan program BANGGA Papua?”

Si bapak menjawab, “Alasan pertama karena saya sebagai bapaknya sedang bekerja demi generasi emas Papua Kabupaten Lanny Jaya saat ini di sini, dan di momen kesibukan saya dengan program ini, Tuhan memberikan saya anak.  Alasan kedua karena anak saya lahir bersamaan dengan lahirnya program BANGGA Papua lewat ide seorang pemimpin yang bijaksana untuk generasi emas oleh bapak Lukas Enembe, S.IP, M.H.  Sekali lagi Program ini membantu sekali untuk SDM Papua Lebih khusus generasi muda Lanny Jaya agar anak lebih sehat dan pintar lewat minuman dan makanan bergizi  nanti.”

Alasan itulah yang membuat Jhonny Wenda memberi nama BANGGA Papua kepada anaknya. Alasan yang membuat kami kaget, tapi mau tidak mau mengangguk mengakuinya.

Lewat momen ini, si bapak sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur Papua, anggota Sekber BANGGA Papua Provinsi Papua, dan mitra pembangunan yang sangat proaktif dalam memberikan pelatihan secara terus menerus kepada anggota Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya. Menurutnya, program ini sangat bagus karena selama ini dia sebagai masyakarakat kecil tidak pernah sama sekali memegang uang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, tapi sekarang dia bisa langsung mengambilnya sendiri di Bank Papua dan digunakan untuk kebutuhan anaknya.

Program ini mungkin tidak akan ada selamanya, karena pemimpin berikutnya mungkin punya program lain yang berbeda. Tapi, kami semua tahu bahwa di Lanny Jaya ada anak bernama Jhon Bangga Papua Wenda yang akan tetap ada sampai selamanya. Sebagai kenang-kenangan bahwa suatu masa ada Gubernur Papua yang punya program bagus yang menyasar perkembangan anak-anak generasi emas Papua.

Harapan kami, program bagus ini akan terus dilanjutkan oleh gubernur atau pemimpin Papua berikutnya agar anak-anak Papua bebas dari penyakit dan tumbuh menjadi generasi emas bagi Papua. Amin.

Jimmy Yikwa, adalah anggota Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya, sehari-harinya bertugas di Bappeda Kabupaten Lanny Jaya.

Bagikan:
Categories
Artikel

Inisiasi Membangun Kolaborasi

“Jangan kasih tinggal,” kata seorang pria berkulit gelap bertubuh ramping. Namanya Empi Korneles, salah satu anggota Sekretariat Bersama (Sekber) BANGGA Papua Kabupaten Asmat. Kalimat yang dikeluarkannya segera dicatat di selembar kertas kecil berukuran kira-kira 13cm x 21cm. Kertas itu lalu ditempel di selembar kertas plano yang tertempel di dinding, bersanding dengan tulisan lainnya.

Empi menunjukkan hasil diskusi kelompoknya

Di kertas plano berukuran A3 itu sudah ada beberapa tulisan lain. Mengetahui persepsi masyarakat, bahasa tubuh yang meyakinkan, harus memahami budaya setempat, mendengar curhatan masyarakat sampai selesai, dan banyak lagi. Tulisan-tulisan itu semua tujuannya sama, mengumpulkan ide untuk membuat sosialisasi lebih baik lagi. Semua itu adalah sumbangan dari Empi dan teman-teman sekelompoknya yang terdiri dari 10 orang.

Di seberang kelompok yang sedang sibuk berdiskusi itu, ada kelompok lain. Isinya juga beragam, sama seperti kelompok yang tadi. Ada anggota Sekber kabupaten, dan ada juga beberapa ibu-ibu dengan seragam yang sama, dominan warna biru. Sama seperti kelompok yang tadi, kelompok di sisi seberang ini juga sedang berdiskusi. Hanya temanya yang berbeda. Kalau kelompok yang tadi berdiskusi tentang bagaimana membuat sosialisasi lebih baik, maka kelompok yang satu ini berdiskusi tentang hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat melakukan sosialisasi.

Tidak boleh marah-marah, tidak boleh menggunakan kata-kata kasar, tidak boleh merokok dan mengunyah pinang sambil berbicara, boleh menggunakan pengeras suara, boleh menggunakan konteks lokal, dan banyak lagi. Kalimat-kalimat itu dituliskan di atas kertas kecil berwarna-warni dan ditempelkan di sebuah kertas plano berukuran A3. Kalimat-kalimat itu adalah sumbangan pikiran anggota-anggota kelompok yang berisi berbagai unsur tersebut.

Di sisi lain ruangan itu ada satu kelompok lagi yang sedang ramai berdiskusi. Isi kelompok itu juga sama, gabungan dari berbagai unsur. Mereka berdiskusi, mengumpulkan hal-hal yang merupakan tantangan sosialisasi. Ada beberapa hal yang sudah ditemukan, seperti: akses, budaya, jumlah kampung yang banyak dan tidak berimbang dengan jumlah anggota Sekber, kendala bahasa, warga yang tidak paham baca-tulis, dan banyak lagi.

Setelah semua ide dirasa cukup, anggota dari ketiga kelompok tersebut lalu bertukar tempat. Anggota kelompok satu menuju ke kelompok dua, anggota kelompok dua menuju ke kelompok tiga dan anggota kelompok tiga menuju ke kelompok satu. Di setiap kelompok ada satu anggota yang tinggal. Mereka bertugas menjelaskan apa hasil diskusi kelompok mereka kepada anggota kelompok lain yang baru datang. Anggota kelompok lain yang baru datang ini akan menyimak penjelasan dari “penjaga” yang memang bertugas memberi penjelasan. Lalu, bila dirasa ada yang harus ditambahkan maka mereka akan menambahkan.

Suasana world cafe

Metode ini dinamai world café, sebuah metode pertukaran informasi yang dilakukan dengan cepat. Semua peserta bisa mengenali ide-ide yang digali dalam diskusi kelompok, dan bahkan bisa menambahkan bila dirasa ada yang masih kurang.

Di ujung acara, perwakilan ketiga kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka. Satu kata yang selalu hadir dalam hasil diskusi ketiga kelompok tersebut adalah: budaya. Di tiga tema berbeda, budaya selalu menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Dalam menentukan mana yang boleh dan tidak boleh dalam melakukan sosialisasi, budaya muncul. Dalam identifikasi tantangan sosialisasi, budaya muncul. Begitu pula dalam upaya membuat sosialisasi menjadi lebih baik, budaya juga muncul sebagai salah satu hal yang harus diperhatikan.

Sosialisasi memang menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah program, tidak terkecuali BANGGA Papua yang sudah diluncurkan sejak akhir tahun 2017 lalu. Pelaksanaan program sepanjang 2018 sudah menunjukkan bagaimana pentingnya sosialisasi. Ini juga yang membuat Sekber tiga kabupaten percontohan BANGGA Papua merasa penting untuk melakukan inovasi dalam sosialisasi.

Sekber Asmat membuat film bertema BANGGA Papua dengan memanfaatkan aktor/aktris lokal dan pendekatan lokal. Film ini dianggap sangat efektif untuk menjelaskan tentang BANGGA Papua secara utuh kepada warga penerima manfaat di Asmat. Di sisi birokrasi, Sekber Asmat juga membuat banyak inovasi yang melancarkan proses pelaksanaan program BANGGA Papua. Salah satunya adalah menerbitkan surat keputusan untuk anggota Sekber yang bertugas.

Sekber Paniai juga punya beberapa inovasi dalam melakukan sosialisasi. Salah satunya adalah memfokuskan sosialisasi kepada kaum pria, para bapak-bapak. Menurut Nelly Magai, koordinator tim komunikasi Sekber Paniai, sosialisasi kepada pria ini penting mengingat sebagian besar pria di Paniai kadang menjadi penghalang terbesar dalam mencapai tujuan program BANGGA Papua.

Sementara Sekber Lanny Jaya, meski di tahun 2018 menghadapi kendala internal yang besar, rupanya tetap berusaha mencari inovasi dalam melakukan sosialisasi. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi kepada kepala distrik yang kebetulan sedang berkumpul di Wamena, Jayawijaya menjelang akhir tahun. Secara informil, anggota Sekber Lanny Jaya mengumpulkan kepala distrik tersebut dalam beberapa kesempatan. Pertemuan itu dimanfaatkan untuk menjelaskan tentang program BANGGA Papua dan meminta bantuan dari para kepala distrik. Sebuah langkah inovatif dan tanpa biaya.

Sebuah proses yang diharapkan memberi semangat baru untuk pelaksanaan program BANGGA Papua.

Bagikan:
Categories
Artikel

Meningkatkan Kapasitas Orang Asli Papua

BANGGA Papua tra cuma kasih manfaat untuk mama-mama dan anana Orang Asli Papua, tapi juga sama para anggota Sekber dan dong pu mitra.

Lewat macam-macam pelatihan yang  Sekber Provinsi dan mitra pembangunan bikin, kemampuan dan kapasitas para anggota Sekber dan dong pu mitra jadi tamba mantap.

Mulai dari pelatihan manajemen data, monitoring dan evaluasi, komunikasi persuasif, pelatihan menulis, memotret, sampai pelatihan mendesain materi komunikasi visual, itu suda macam-macam pelatihan yang anggota Sekber dan mitra su terima.

Macam-macam kemampuan ini mereka su pakai dalam berbagai tugas dan kegiatan di dong pu tempat masing-masing.

“Salah satu manfaat program ini adalah meningkatnya kemampuan kami, Orang Asli Papua. Kami jadi makin tahu banyak hal dan itu bisa digunakan dalam pekerjaan kami sehari-hari,” kata Elieser Yogi, ketua Sekber BANGGA Papua Kabupaten Paniai.

Bagikan:
Categories
Artikel

Pencairan Dana di Paniai

Sekretaris Bersama BANGGA Papua Kabupaten Paniai akhirnya menggelar kegiatan pencairan dana untuk tahap kedua periode tahun 2019. Pencairan dana ini sedianya dijadwalkan digelar di awal tahun 2020. Namun, berbagai kegiatan internal termasuk workshop refleksi dengan Sekber Provinsi dan mitra pembangunan membuat kegiatan harus ditunda. Selain itu, pandemi Covid-19 juga membuat kegiatan harus ditunda sampai menunggu waktu yang tepat.

Kegiatan pencairan dana untuk tahap kedua tahun 2019 akhirnya baru bisa digelar di bulan September 2020. Mulai tanggal 28 September 2020, Sekber BANGGA Papua Kabupaten Paniai mulai menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat dari 24 distrik di Kabupaten Paniai.

Proses pencairan dana di Paniai
Proses pencairan dana di Paniai

Pencairan tahap awal dilakukan di dua titik, Bank Papua Enarotali dan kantor Sekber BANGGA Papua di Madi. Beberapa distrik yang dilayani adalah distrik terdekat dari ibukota seperti Madi, Paniai Timur, dan Bibida.

“Kita fokuskan ke distrik yang dekat dulu, setelah itu baru kita akan pindah ke distrik lain yang lebih jauh,” kata Elieser Yogi, ketua Sekber BANGGA Papua Kabupaten Paniai. “Kita akan koordinasi dulu dengan Bank Papua untuk mengatur jadwal dan teknis pencairan dana di distrik,” tambahnya.

Pada pencairan dana tahap kedua tahun 2019 ini, Sekber Paniai menargetkan pencairan dana untuk 11.942 anak penerima manfaat dengan 8.270 ibu penerima manfaat. Total dana yang disiapkan adalah sebesar, Rp.16.121.200.000,-. Data yang didapatkan ini adalah data yang dikumpulkan pada pendataan periode kedua tahun 2019 antara bulan Juli hingga Desember 2019.

Leaflet makanan bergizi yang dibagikan oleh anggota Sekber

Dalam proses pencairan dana di masa pandemi ini, tim Sekber BANGGA Papua Kabupaten Paniai juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Mereka membatasi jumlah penerima manfaat yang dilayani dalam satu hari dengan maksimal 100 orang. Para penerima manfaat pun diatur sedemikian rupa agar tidak berkumpul dalam jarak yang dekat. Selain itu, penggunaan masker tetap ditekankan. Bahkan, Sekber BANGGA Papua Kabupaten Paniai membagikan masker bagi para penerima manfaat yang datang tanpa masker.

“Bagaimanapun kita tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Elieser Yogi.

Pencairan dana di Paniai rencananya akan digelar hingga akhir bulan Oktober 2020 dan diharapkan bisa melayani penerima manfaat di semua distrik di Paniai.

Penyerahan masker untuk para penerima manfaat
Tetap jaga jarak dalam proses pencairan dana
Bagikan:
Categories
Artikel

Melayani Lanny, Melayani Orang Dani

Lanny Jaya yang dihuni mayoritas orang Dani itu salah satu kabupaten uji coba program BANGGA Papua. Mulai pertama dikerjakan, di akhir tahun 2017, tim Sekretariat Bersama BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya ini tra berhenti bergerak di antara macam-macam rintangan dan tantangan.

Waktu program jalan, kerjasama, dukungan dan pendampingan dari mitra bikin ide-ide segar bermunculan. Ada macam-macam capaian serta inovasi yang muncul satu demi satu sebagai satu bagian dari perjalanan program. Semua bermuara sama satu tujuan, melayani para penerima manfaat yang ada di Kabupaten Lanny Jaya.

Nah, proses yang terjadi dalam program BANGGA Papua, inovasi serta ide-ide menarik apa yang muncul dari para anggota Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya, ini yang diceritakan dalam acara Live Instagram bersama akun @InfoBaKTI hari Jumat, 4 September 2020.

Berikut adalah rekaman dari live IG tersebut

Bagikan:
Categories
Artikel

Merekam Praktik Baik BANGGA Papua

Selama dua tahun lebih pelaksanaan BANGGA Papua di tiga kabupaten uji coba, lebih dari satu perubahan penting kitong su bisa lihat. Perubahan penting yang bisa dibilang Program BANGGA Papua pu praktik baik.

Satu, perbaikan layanan data kependudukan untuk Orang Asli Papua. Terus, jangkauan layanan kesehatan untuk mama dan anak sekaligus membawa layanan perbankan kepada mama-mama di pedalaman.  Tiga, kerjasama lintas sektor yang tambah mantap, dan yang andalan: mama-mama di kampung pu pengetahuan dan kepedulian tentang gizi anak meningkat.

Gabungan capaian positif dan praktik baik ini semua direkam sebagai video dokumenter yang merupakan hasil kerjasama Sekber Provinsi BANGGA Papua dengan mitra pembangunan.

Berikut adalah dua versi video dokumenter praktik baik BANGGA Papua yang telah selesai dibuat:

Bagikan: